Selasa, 15 April 2014

Duh..Sulitnya UN Tahun 2014

Ini aku ingin cerita tentang Ujian Nasional tahun 2014 yang lagi aku hadapin selama tiga hari. Sebenarnya besok sih endingnya, tapi berhubung hari ini klimaksnya, mending aku cerita sekarang aja.

Well, harus dipersiapkan secara maksimal dulu materi-materi yang akan diujikan dalam UN nanti. Mulai dari pendalaman materi, latihan mengerjakan soal dsb yang seolah-olah sudah hafal cara dan rumus apabila ketemu soal seperti itu di UN nanti. Merasa lega karena udah menguasai semua materi, terlebih yang hitungan seperti Matematika, Kimia dan Fisika. Kalau Biologi memang kebanyakan hafalan dan harus paham juga sih, hitungan gak serumit 3 bersaudara di atas, paling cuma ketemu di Hukum Mendel sama Hukum Hardy-Weinberg. Dua hari menjelang hari H, sibuk banget baca materi Biologi yang begitu banyaknya dan harus diulang-ulang lagi supaya hafal, uniknya aku suka bikin istilah-istilah atau singkatan supaya gampang mengingatnya, hehe.

Oke, hari H, tanggal 14 April 2014 kemarin, awalnya sih super grogi ketika bel masuk berbunyi, ditambah lagi wajah-wajah pengawas yang asing dan serem. Ketika sudah dapat soal, langsung aku teliti ada yang kurang atau cacat LJUN-nya, jangan sampai ada yang cacat ketika udah ngerjain dapet separo dari keseluruhan soal. Ternyata menyobek/memisahkan LJUN dari soal gak susah-susah juga, dulu mikirnya sih kalau sampek sobek terus ganti soal yang baru. Ehm, Bahasa Indonesia, seperti biasa soalnya tebal banget, lima puluh soal pula, tapi lumayan bisa lah. Sekanjutnya, Biologi, blank ketika baca soal bagian tengah-tengah. Kok soalnya seperti ini ? Sebenarnya tidak sulit kalau Biologi tetapi lupa alias blank tadi yang jadi kendala. Beberapa soal benar-benar tidak pernah muncul di UN tahun-tahun kemarin, misalnya volume udara/kapasitas vitas paru-paru, kontraksi otot ketika menelungkupkan telapak tangan yang pasti itu bukan bisep trisep, kelainan yang disebabkan mutasi seperti sindrome, teori Evolusi seperti soal cerita.

Hari kedua. Benar-benar buruk. Matematika dan Kimia, masing-masing 40 soal. Gila, ini soal UN atau Tes Masuk PTN sih ? UN berbau SBMPTN dah. Aku baru sadar dan merasa ketika hari kedua, soalnya benar-benar sulit, bukan level-nya anak kelas XII. Memang, Nilai UN tahun ini menjadi tiket untuk masuk PTN tetapi ya jangan seperti itu lah. Awal mengerjakan matematika yaa lancar masih nomor 1, 2, 3 .... dan selanjutnya, alhasil masih dapat 12 nomor, aku cek ulang lagi, aku coba-coba iseng bermain angka eh tetep aja. Soalnya terlalu kompleks dan ribet angkanya, terlebih di soal integral yang trigonometri, tembus pangkat 5 coba angkanya, integral luas dan volume gak sempat hitung, pertidak samaan kuadrat dan logaritma, vektor, program linear yang aku kira soalnya asik seperti biasanya ternyata malah sebaliknya. Kimia, yapss!! Surprise banget dah! Please pak, aku bukan mahasiswi jurusan Kimia, soal Kimianya cenderung ke murni, apalagi yang mencari pH, Laju reaksi, Ar logam jika diketahui ini, ini, dan ini. Bahkan, mencari perbandingan massa C dan O dalam CO2 (tabel) pun aku enggak bisa. Memang sebelumnya belum ada soal seperti ini di UN, baru kali ini aku soal UN yang seperti ini. 

Setelah tahu model soal yang keluar seperti itu, tiba-tiba semangat aku jadi down. Soal-soal di buku Detik-detik Ujian Nasional sama, tidak bervariasi. Sebelumnya pernah buat target NUN rata-rata minimal 8,00 , setelah merasakan dan mengerjakan soalnya, ya udah deh "penting lulus" sudah Alhamdulillah.... Asik ngetik gini, udah down mau belajar Fisika. 

Ini sedikit cerita pengalaman UN-ku di tahun ini. Untuk adek-adek angkatan bawah, belajar yang lebih giat lagi. Ujian Nasional lebih sulit dari yang aku kerjakan tadi...SEMANGAT :)))

0 komentar:

Posting Komentar

 

Riris Widyastuti Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template