Hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri sudah keluar sejak pukul 17.00 tadi. Iya ! Suasananya pun sama seperti SNMPTN kemarin, ketika lagi berada di jalan pulang, di dalam mobil, jantung deg-degan, badan panas dingin, dan rasanya air mata sudah tidak bisa aku tahan lagi. Hasilnya sudah bisa aku tebak, sama seperti SNMPTN juga, maaf, belum lulus seleksi. Kenapa ? Kenapa aku belum beruntung seperti teman-temanku yang telah lulus SBMPTN, teriak bangga, nangis karena senang, peluk cium dan menyampaikan kabar gembira ini kepada orang tua mereka. Kenapa aku belum bisa Ya Allah ? Aku tahu, Engkau masih ingin melihatku berjuang lebih keras lagi untuk membahagiakan orang yang aku sayangi, Ibu dan Bapak.
Jujur, aku berdoa setiap aku selesai sholat, kapanpun dan dimanapun agar aku bisa dinyatakan lulus pada seleksi ini, tetapi Allah, Tuhanku, berkehendak lain. Aku juga berharap jika aku lulus pada seleksi ini, orang tuaku, terlebih Ibu aku, tidak harus mengeluarkan uang beratus-ratus ribu untuk daftar seleksi mandiri di PTN yang aku tuju.
Pada SBMPTN tahun ini aku beranikan diri ambil Ilmu Gizi FK UB dan aku tempatkan pada pilihan pertama. Entah kenapa aku berani ambil jurusan di FK, tetapi ini karena keinginan Ibu aku. Ilmu dan Teknologi Pangan FTP UB serta Biologi FMIPA UB jadi urutan prioritas berikutnya. Ya Allah Ya Tuhanku, aku ambil Biologi saja belum berhasil, apalagi untuk pilihan pertama aku ? Aku syok, aku menangis. Iya, di mobil! Betapa sedih dan sakitnya aku karena belum bisa memberi kabar gembira untuk kedua orang tuaku. Bisaku apa ? Menghabiskan uang mereka untuk daftar ini itu ?
Seleksi pertama, SNMPTN. Ya! Kenapa aku berani juga ambil Universitas Brawijaya dengan nilai raport yang pas-pasan dan masih ada nilai 7 nya ? Benar-benar berani dan akhirnya tidak lulus juga. Seleksi kedua, SIPENMARU POLTEKKES MALANG dengan prodi DIV GIZI dan DIII Rekam Medis (lagi-lagi Gizi karena ingin mewujudkan keinginan Ibu), dan jujur, malamnya aku tidak sempat belajar karena kecapekan, padahal soal UTUL nya lumayan gampang dan ya mirip soal UN sebelum tahun 2014, hasilnya....gagal juga. Seleksi ketiga, USM STAN Tahap 1 ( ini aku ikut supaya Bapak senang karena beliau ingin sekali aku tuk sekolah disini) tapi aku sama sekali gak berminat sih untuk kesini jadi hasil UTUL nya sudah bisa ditebak, yap, gagal. Seleksi keempat, sudah ada di atas, hehehe.
Berusaha, berdoa, ikhtiar dan tawakkal. Inilah yang aku lakuin sekarang. Perbaiki sikap dan pasrahkan semuanya kepada Allah. Sudah kebal sama yang namanya kata 'Maaf' dari pihak-pihak PT, dan berharap di seleksi mandiri Universitas Negeri Malang yang tesnya dilaksanakan tadi pagi sampai siang, yang bikin leher pegel, hehe, bisa dinyatakan lulus pada prodi Pend.Biologi/Biologi. SPMK Universitas Brawijaya, masih sangat berharap bisa menduduki salah satu kursi di jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan. Mandiri POLKESMA, mengabulkan permintaan Ibu, lulus di DIV GIZI dan jadi Nutritionist nantinya (aamiin).
So, guys, sebenarnya capek banget harus bolak balik Trenggalek-Malang, Malang-Trenggalek. Perjuangan nyari kos harian yang harganya sesuai kantong, perjuangan bawa bawa tas-tas berat karena bolak balik ganti kos, perjuangan naik turun tangga karena selalu dapet kamar di lantai 2 atau 3 (jadi kurus kering kek gini), ngapelin sopir angkot Malang tiap pagi dan siang, nanyain pak satpam fakultas ini lah itu lah, jalan kaki muter-muter kampus yang gede kaya gini, jauh-jauh dari Trenggalek ke Tulungagung buat booking tiket kereta ke Malang ( cari angkutan murah :3 ), udah Malang akhir-akhir ini dinginnya gak ketulungan, keterlaluan deh, masa tiap tidur pake mukena terus -_-. Ini yang namanya Pejuang yang sesungguhnya, dan aku harap dari sekian banyaknya rintangan yang aku hadapi sekarang hanya untuk mendapatkan satu kursi di PTN yang aku inginkan, Allah memberikanku hadiah yang luar biasa nantinya (aamiin).
Buat kalian yang sudah lulus SBMPTN 2014, selamat ya, kalian telah berhasil :), dan yang belum lulus (seperti saya) jangan putus asa, jangan menyerah, terus dan terus berusaha, masih ada mandiri dan UMB-PT, insyaallah keberuntungan kalian ada disitu teman :). Oh iya, terima kasih aku ucapkan buat Ibu dan Bapak, semua teman-temanku tersayang dan AB-ku hehe, terima kasih atas supportnya di saat aku lagi terpuruk gara-gara belum lulus seleksi, selalu menguatkan aku di saat aku melemah. Allah yang akan membalas :), aamiin ^_^
0 komentar:
Posting Komentar